Melancholic
Bitch adalah mitos, adalah yang ada tapi terasa tidak ada dan sebaliknya.
Setidaknya itu yang kami, para pendengar setia mereka, rasakan selama ini.
Setelah melahirkan Balada Joni dan Susi
pada 2009 lalu, Melancholic Bitch seperti tertidur cukup lama.
Hal ini
sebenarnya bisa dimaklumi karena kesibukan dan kewajiban masing-masing
punggawanya yang membuat mereka berpencar dan kerap terpisah benua, sampai
akhirnya bulan September lalu semua kerinduan itu dibayar lunas oleh mereka
ketika mereka merilis album Norma
Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) Bagian Pertama.
Ketika pertama
kali saya mengetahui judul album ini, saya lumayan mengernyitkan dahi sambil
membatin, “Apa lagi ini, Mas Ugo?” Ya, pertanyaan itu memang mau tidak mau
harus dilemparkan ke Ugoran Prasad, sang vokalis yang juga otak di balik tiap
narasi mereka, salah satu penulis lirik terbaik yang dimiliki Indonesia,
menurut saya. Untungnya pertanyaan itu kemudian bisa terjawab setelah menyimak
beberapa interview beliau di kanal-kanal internet yang membahas konsep album
ini. Hal lain yang jadi kejutan dari album ini, selain judul dan konsepnya,
adalah bergabungnya Danish Wisnu Nugraha (FSTVLST/Niskala) sebagai drummer dan
Nadya Hatta (ex-Armada Racun) sebagai keyboardist.
Sudah jadi
kebiasaan Melancholic Bitch untuk membuat album dengan satu narasi besar,
seperti yang mereka lakukan di Balada
Joni dan Susi. Siapa pun yang merasakan tumbuh di era Orde Baru tentunya
tidak asing dengan istilah Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS),
sebuah jargon propaganda ciptaan Orde Baru yang menggambarkan konsep ideal
berkeluarga bagi masyarakat Indonesia. Salah satu perpanjangan tangan dari
jargon tersebut adalah Program KB (Keluarga Berencana), yang di saat bersamaan,
menyuntikkan ideologi politik Orde Baru ke dalam unit terkecil masyarakat,
yakni keluarga.
Ya, album
ini membicarakan tentang berbagai dinamika hidup berkeluarga di era Orde Baru.
Tentang bagaimana doktrin-doktrin Orde Baru begitu mengakar di kehidupan kita
tanpa disadari dan masih terjadi, masih terasa hingga sekarang, 19 tahun
setelah rezim itu tumbang. Bagi saya
pribadi, album ini seperti melempar saya ke dua dimensi waktu, masa kecil dan
masa sekarang.
Lagu
“Bioskop, Pisau Lipat” membuka lagi ingatan-ingatan masa kecil kita, di mana
pada era itu semua televisi di rumah-rumah keluarga “disuapi” dengan film
propaganda Orde Baru, Pemberontakan
G30S/PKI, setiap tanggal 30 September malam.
Sementara,
lagu “Norma, Moral” dengan lantangnya mempertanyakan kembali nilai-nilai moral
yang selama ini kita yakini dan junjung tinggi, yang didoktrinkan pada kita oleh
Orde Baru lewat corong pendidikan di sekolah-sekolah. Untuk hal ini, sampai
sekarang masih kita rasakan, masih terjadi di sekeliling kita. “Ada guru Pendidikan Moral Pancasila di hari
perkawinanmu, di ranjang tempat kau bercumbu/Ia tidak senang mendapati istrimu
tak lagi perawan.” Sejauh itulah negara, secara tidak langsung, lewat doktrinnya mengatur dan mengurusi kita, hingga ke hal-hal paling personal, ranjang misalnya.
Lewat album
NKKBS Bagian Pertama ini, Melancholic Bitch berhasil kembali dengan gagah,
bukan sekadar kembali demi kepentingan romantika bernostalgia bagi para
penggemarnya. Mereka berhasil membuat para pendengarnya merenung dan
berpikir, seperti yang sudah mereka lakukan lewat Balada Joni dan Susi yang
fenomenal itu.
Untuk
kelanjutannya, sebaiknya kita tak perlu menunggu sembari berharap-harap, karena
begitulah Melancholic Bitch. Seperti kata Ugoran Prasad di konser peluncuran album NKKBS Bagian Pertama pada awal September lalu di Gedung PKKH UGM, “Ini album
baru. Jadi, bersabarlah dengan kami.”
Mungkin
sekarang saatnya mereka yang bersabar menunggu kita untuk mendengar, menyerap
dan memproses NKKBS Bagian Pertama ini, sampai tiba nanti saatnya mereka muncul
kembali, entah kapan.
Track favorit: Norma, Moral, Cahaya, Harga, 666, 6, Bioskop, Pisau Lipat.
Melancholic Bitch - "Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera Bagian Pertama"
(Trauma Irama Rekords - 2017)
1. Norma, Moral
2. Cahaya, Harga
3. 666, 6
4. Selat, Malaka
5. Dapur, NKK/BKK
6. Bioskop, Pisau Lipat
7. Aspal, Dukun
8. Trauma, Irama
9. Titik Tolak, Pelarian
10. Peta Langit, Larung
11. Lagu Untuk Resepsi Pernikahan
