Friday, November 24, 2017

[RESENSI ALBUM] Melancholic Bitch - "Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera Bagian Pertama"

Melancholic Bitch adalah mitos, adalah yang ada tapi terasa tidak ada dan sebaliknya. Setidaknya itu yang kami, para pendengar setia mereka, rasakan selama ini. Setelah melahirkan Balada Joni dan Susi pada 2009 lalu, Melancholic Bitch seperti tertidur cukup lama.
Hal ini sebenarnya bisa dimaklumi karena kesibukan dan kewajiban masing-masing punggawanya yang membuat mereka berpencar dan kerap terpisah benua, sampai akhirnya bulan September lalu semua kerinduan itu dibayar lunas oleh mereka ketika mereka merilis album Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) Bagian Pertama.

Ketika pertama kali saya mengetahui judul album ini, saya lumayan mengernyitkan dahi sambil membatin, “Apa lagi ini, Mas Ugo?” Ya, pertanyaan itu memang mau tidak mau harus dilemparkan ke Ugoran Prasad, sang vokalis yang juga otak di balik tiap narasi mereka, salah satu penulis lirik terbaik yang dimiliki Indonesia, menurut saya. Untungnya pertanyaan itu kemudian bisa terjawab setelah menyimak beberapa interview beliau di kanal-kanal internet yang membahas konsep album ini. Hal lain yang jadi kejutan dari album ini, selain judul dan konsepnya, adalah bergabungnya Danish Wisnu Nugraha (FSTVLST/Niskala) sebagai drummer dan Nadya Hatta (ex-Armada Racun) sebagai keyboardist.

Sudah jadi kebiasaan Melancholic Bitch untuk membuat album dengan satu narasi besar, seperti yang mereka lakukan di Balada Joni dan Susi. Siapa pun yang merasakan tumbuh di era Orde Baru tentunya tidak asing dengan istilah Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS), sebuah jargon propaganda ciptaan Orde Baru yang menggambarkan konsep ideal berkeluarga bagi masyarakat Indonesia. Salah satu perpanjangan tangan dari jargon tersebut adalah Program KB (Keluarga Berencana), yang di saat bersamaan, menyuntikkan ideologi politik Orde Baru ke dalam unit terkecil masyarakat, yakni keluarga.

Ya, album ini membicarakan tentang berbagai dinamika hidup berkeluarga di era Orde Baru. Tentang bagaimana doktrin-doktrin Orde Baru begitu mengakar di kehidupan kita tanpa disadari dan masih terjadi, masih terasa hingga sekarang, 19 tahun setelah rezim itu tumbang. Bagi saya pribadi, album ini seperti melempar saya ke dua dimensi waktu, masa kecil dan masa sekarang.
Lagu “Bioskop, Pisau Lipat” membuka lagi ingatan-ingatan masa kecil kita, di mana pada era itu semua televisi di rumah-rumah keluarga “disuapi” dengan film propaganda Orde Baru, Pemberontakan G30S/PKI, setiap tanggal 30 September malam.
Sementara, lagu “Norma, Moral” dengan lantangnya mempertanyakan kembali nilai-nilai moral yang selama ini kita yakini dan junjung tinggi, yang didoktrinkan pada kita oleh Orde Baru lewat corong pendidikan di sekolah-sekolah. Untuk hal ini, sampai sekarang masih kita rasakan, masih terjadi di sekeliling kita. “Ada guru Pendidikan Moral Pancasila di hari perkawinanmu, di ranjang tempat kau bercumbu/Ia tidak senang mendapati istrimu tak lagi perawan.” Sejauh itulah negara, secara tidak langsung, lewat doktrinnya mengatur dan mengurusi kita, hingga ke hal-hal paling personal, ranjang misalnya.

Lewat album NKKBS Bagian Pertama ini, Melancholic Bitch berhasil kembali dengan gagah, bukan sekadar kembali demi kepentingan romantika bernostalgia bagi para penggemarnya. Mereka berhasil membuat para pendengarnya merenung dan berpikir, seperti yang sudah mereka lakukan lewat Balada Joni dan Susi yang fenomenal itu.
Untuk kelanjutannya, sebaiknya kita tak perlu menunggu sembari berharap-harap, karena begitulah Melancholic Bitch. Seperti kata Ugoran Prasad di konser peluncuran album NKKBS Bagian Pertama pada awal September lalu di Gedung PKKH UGM, “Ini album baru. Jadi, bersabarlah dengan kami.”
Mungkin sekarang saatnya mereka yang bersabar menunggu kita untuk mendengar, menyerap dan memproses NKKBS Bagian Pertama ini, sampai tiba nanti saatnya mereka muncul kembali, entah kapan.

Track favorit: Norma, Moral, Cahaya, Harga, 666, 6, Bioskop, Pisau Lipat.


Melancholic Bitch - "Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera Bagian Pertama"
(Trauma Irama Rekords - 2017)

1. Norma, Moral
2. Cahaya, Harga
3. 666, 6
4. Selat, Malaka
5. Dapur, NKK/BKK
6. Bioskop, Pisau Lipat
7. Aspal, Dukun
8. Trauma, Irama
9. Titik Tolak, Pelarian
10. Peta Langit, Larung
11. Lagu Untuk Resepsi Pernikahan

No comments:

Post a Comment